Wednesday, May 23, 2018

Cara ajukan pinjaman KUR di Bank BRI Lampung Tengah bunga hanya 7% pertahun

pada tahun 2018 ini ada kabar gembira bagi anda para wirausaha yang membutuhkan suntukan modal, merujuk dari situs liputan6 bahwasanya disebutkan Pemerintah menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 120 triliun dengan bunga 7 persen per tahun pada 2018. Demi penyerapan yang maksimal, pemerintah mengeluarkan 12 ketentuan baru dalam kebijakan KUR.



Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

BRI sebagai bank BUMN yang terpercaya sampai kepelosok penjuru negeri merupakan salah satu ujung tombak penyebaran dana Kur tersebut.

“Permenko ini merupakan pengganti peraturan sebelumnya yang berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2018," kata Iskandar dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Dia menyebut, ada 12 ketentuan baru yang masuk dalam perubahan kebijakan kredit usaha rakyat di peraturan tersebut, antara lain:

1. Penurunan tingkat suku bunga KUR dari 9 persen menjadi sebesar 7 persen per tahun

2. Kelompok usaha sebagai calon penerima KUR

3. Skema KUR khusus

4. Skema KUR multisektor

5. Pengaturan minimum porsi penyaluran KUR ke sektor produksi

6. Mekanisme yarnen atau pembayaran kredit setelah panen, dan grace period

7. Perubahan istilah KUR Ritel menjadi KUR Kecil

8. Plafon KUR mikro sektor produksi dan di luar sektor produksi

9. Penyaluran KUR bersamaan dengan kredit lain yang diperbolehkan

10. Struktur biaya KUR penempatan TKI

11. KUR untuk masyarakat daerah perbatasan

12. KUR untuk optimalisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Iskandar menerangkan, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution telah meningkatkan target penyaluran KUR di sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi, dan jasa produksi.

Syarat pengajuan Kur di Bank BRI adalah sebagai berikut ini



·  KUR Mikro BANK BRI
• Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak, di buktikan dengan surat keterangan usaha dari kepala desa atau camat setempat.
• Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
• Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
• Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha
KUR Ritel BANK BRI
• Mempunyai usaha produktif dan layakdi buktikan dengan surat keterangan usaha dari kepala desa atau camat setempat,
• Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
• Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
• Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan


jika semua syarat diatas sudah terpenuhi langsung saja datang ke kantor cabang atau rating terdekat dari kediaman anda.

semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi usaha anda kedepannya

sumber tulisan:
https://m.liputan6.com/bisnis/read/3242442/ada-kur-khusus-di-2018-plafon-sampai-rp-500-juta
https://bri.co.id/micro-community-business-credit

Thursday, April 5, 2018

Keuntungan dan kerugian memiliki kartu kredit

Sekarang ini sudah serba praktis, pembayaran pun semakin praktis dengan adanya kartu kredit, bayar online bayar di manapun jadi lebih mudah, tapi benarkah se enak itu menggunakan kartu kredit, apa-apa saja kerugiannya jika kita memilikinya. berikut kita ulas saja pemirsa.


menurut wikipedia dalam bahasa Indonesia Sistem kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Kebanyakan kartu kredit memiliki bentuk dan ukuran yang sama, seperti yang dispesifikasikan oleh standar ISO 7810.

Gaya hidup era modern saat ini menjadi semakin konsumtif. Masyarakat kerap membeli barang-barang yang terbaru dan yang mereka inginkan. Dan tidak jarang barang-barang ini bukanlah yang mereka butuhkan dan hanya menjadi pajangan saja.

Gaya hidup seperti inilah yang mendorong melonjaknya penggunaan kartu kredit. Pihak Bank pun bahkan menggelar promo-promo tertentu untuk menarik pengguna agar lebih sering menggunakan kartu kredit.

Tentu saja selain mudah, kartu kredit juga memberikan alternatif transaksi berbelanja. Dengan satu kali gesek Anda bisa mendapatkan barang yang Anda mau dan membayarnya di kemudian hari. Namun tagihan yang dilayangkan setiap bulannya ini yang kemudian kerap membuat pusing kepala. 

Dunia sekarang ‘serasa’ semakin tanpa batas. Kejadian dibelahan dunia lain bisa kita ketahui dalam hitungan jam bahkan menit, di hari yang sama. Perkembangan teknologi informasi yang semakin efisien juga memungkinkan setiap orang dapat berkomunikasi langsung secara online dan tanpa batas. Bahkan, pengetahuan dan informasi apapun hampir tersedia seluruhnya di dunia maya. Hanya cukup berselancar dalam internet, semuanya bisa didapatkan. Ini sesuai dengan konsep “global village” (desa global) yang diajukan Marshall McLuhan. Menurutnya, desa global terjadi sebagai akibat dari penyebaran informasi yang cepat dan masif di masyarakat. Penyebaran ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (media massa) sehingga tidak ada lagi batas waktu dan tempat. Desa global juga mengacu pada perkembangan media komunikasi modern sehingga memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia dapat saling berhubungan.
Tanpa disadari, boleh dikatakan kita sudah terkepung informasi. Bukan saja informasi, kita juga dibombardir oleh penawaran-penawaran berbagai produk. Entah lewat email, telepon atau bahkan SMS yang isinya penawaran-penawaan produk. Entah dari email/nomor telepon yang anda kenali, sampai kepada email/nomor telepon yang tidak anda kenali. Penawaran dari dalam negeri ataupun dari luar negeri. Penawaran kartu kredit pun juga semakin marak dan sepertinya tetap terus ditawarkan. Bahkan tidak hanya melalui media email, telepon dan SMS. Iklan di televisi, koran, majalah, serta booklet juga terus dibanjiri informasi kartu kredit.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan penggunaan Kartu Kredit

1. Kelebihan


a. aman saat belanja di luar.
penggunaan kartu kredit dapat menurunkan angka kejahatan secara signifikan. Penggunaan kartu kredit yang berbeda dengan uang cash memang memungkinkan penggunanya melakukan pemblokiran ketika dompet atau tasnya kecurian.

b. menjadi alat pembayaran yang praktis
penggunaan kartu kredit memiliki cukup banyak dampak positif pada hidup masyarakat. Kartu kredit menjadi metode pembayaran yang efektif saat dibutuhkan.Kartu kredit  adalah cara pembayaran, bukan sumber dana. Inilah yang harus dipahami. Sangat membantu di saat membutuhkan tetapi jangan berlebihan alias banyak hutang

2. Kekurangan


a. membuat seseorang jadi konsumtif
Kartu kredit yang menjadi alternatif pembayaran memang sepertinya sangat memudahkan. Kita bisa membayar apa yang kita beli dengan mencicilnya setiap bulan melalui tagihan yang dilayangkan. Tapi tentu saja dengan mekanisme pembayaran seperti ini malah membuat masyarakat menjadi semakin konsumtif dan membeli benda-benda yang tidak begitu penting.

b. membuat anda terjerat hutang bank dan teror debt kolektor
ingat kartu kredit bukan uang tambahan penghasilan tapi hutang yang harus di lunasi, terkadang kita menyepelekan penggunaan hingga menumpuk, Secara garis besar, masalah-masalah pemegang kartu bisa dikelompokkan beberapa hal. Pertama, jumlah hutang yang semakin besar. Hal ini terjadi akibat pembayaran hutang yang dilaksanakan hanya pembayaran minimum saja, sementara penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran transaksi semakin meningkat. Kedua, bank belum terlalu optimal dan responsif dalam menangani kartu kredit. Ketika ada keluhan, bank cenderung ‘defense’, dan pemegang kartu merasa diabaikan. Ketiga, adanya teror dari debt collector (baik secara halus maupun kasar) yang bertubi-tubi akibat ketidakmampuan membayar tunggakan kredit. Bahkan, terkadang keluarga turut menjadi sasaran teror. Keempat, dimasukkannya pemegang kartu dalam daftar hitam BI akibat tunggakan kredit yang belum clear mengenai kesalahan para pihak. Dampaknya, pemegang kartu tidak akan bisa memperoleh fasilitas kredit (kartu kredit, KPR, KTA, dan lain-lain) dari bank manapun.

Lalu solusinya bagaimana?

Penggunaan kartu kredit memang tidak dilarang oleh siapapun. Namun tentu harus ada pertimbangan terlebih dahulu sebelum menggunakan karena kartu kredit agar tidak membebani hidup dengan cicilannya.

Bagi orang-orang yang bisa merencanakan keuangannya dengan baik, kartu kredit akan memberikan keuntungan tersendiri. Namun, bagi orang-orang yang pola/gaya hidupnya konsumtif, penggunaan kartu kredit harus lebih hati-hati. Apalagi jika pemegang kartu kredit tidak paham betul apa ketentuan-ketentuan yang telah disepakati. Atau malah, cenderung hobi menggunakan kartu kredit (KK) tanpa memikirkan penghasilan yang mampu diperoleh.



Kartu kredit seharusnya ditempatkan sebagai alat pengganti uang tunai. Tiap kali menggunakan kartu untuk bertransaksi, implikasinya akan ada uang kita yang berkurang untuk membayar harga barang atau jasa yang sudah dibeli. Memang berkurangnya nanti, ketika telah menerima lembar tagihan (billing statement) dan pemegang kartu melakukan pembayaran. Namun, hal inilah yang sering membuat terlena. Karena transaksi bisa dibayar belakangan serta diperkenankan membayar minimum dari total tagihan, bisa menimbulkan keinginan untuk terus berbelanja (konsumtif) dan hanya membayar minimum pembayaran.


Jadi, apakah kartu kredit itu penting dan perlu? Tergantung kebutuhan kita masing-masing. Jika kita disiplin dan mampu merencanakan keuangan (pengeluaran dan pendapatan) dengan seimbang dan baik, penggunaan kartu kredit akan berguna. Jika kita tidak mampu, sebaiknya perlu memikirkan berkali-kali sebelum menggunakan kartu kredit. Dan perlu diingat, beragam fasilitas yang ditawarkan kartu kredit bukan juga berarti free of charge (gratis), kita harus hati-hati dan mengukur kemampuan diri sendiri. Introspeksi terhadap kemampuan finansial pribadi sebaiknya dimulai dari diri sendiri, jangan hanya karena mengikuti life style. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Mari berpikir bijak.

sumber tulisan :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_kredit
- https://www.kompasiana.com/kompasiana/kartu-kredit-membuat-hidup-lebih-mudah-benarkah_575959291dafbddd077c919a
- https://www.kompasiana.com/wahyuindrasukma/kartu-kredit-perlu-atau-tidak_54f932dca33311ba078b484a

Tabel Angsuran Kur Bank BNI terbaru 2018 bunga 7%

Bank BNI sebagai bank nasonal yang juga menjadi bank pengelola kredit usaha rakyat atau kur, bagi anda yang ingin mengajukan kredit Kur dengan bunga ringan dapat melihat langsung brosur dibawah ini.

cicilan kredit usaha rakyat bisa sampai dengan 4 Tahun dengan besar pinjaman sampai dengan 500 juta rupiah, bunga pertahunnya 7 %


Persyaratan yang di butuhkan untuk mengajukan kur di bank BNI adalah
1. copy ktp suami dan istri pemohon kredit
2. copy surat nikah dan Kartu keluarga
3. phas photo pemohon suami istri ukuran 4 x 6 masing 3 lembar
4. copy surat izin usaha, minimal dari kelurahan/desa
5. copy npwp
6. copy jaminan kredit : bisa sertifikat tanah shm/shgb
7. Copy rekening koran/tabungan
8. nota penjualan/pembelian

Untuk informasi lebih lanjut silahkan datang langsung ke kantor cabang bni terdekat dikota anda.

trimakasih semoga info ini bermanfaat dan semoga usaha anda berjalan dengan lancar.

Sunday, February 25, 2018

Brosur tabel angsuran pinjaman KUR bank BNI 2018

Beberapa hari lalu saat saya setor tunai di bank BNI di tempat saya tinggal, saya sempatkan melihat brosur-brosur yang berjejer rapi di rak  brosur yang disediakan, saya tertarik sekali dengan brosur yang hanya photocopyan karena isinya sesuai dengan materi blog yang saya kelola ini.  ya isinya tentang tabel angsuran pinjaman KUR. berbeda dengan tahun sebelum nya bunga kur kali ini lebih-lebih ringan.

berikut adalah Brosur tabel angsuran pinjaman KUR bank BNI 2018 yang saya scan kemudian saya upload di blog ini

Brosur yang saya peroleh ada dua jenis, yakni KUR yang di subsidi pemerintah yakni maksimal 25 juta rupiah pinjamannya, dan yang kedua, kur yang maksimal pinjaman maksimal 400 juta. syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman sudah terlampir pada bagian brosur.

Klik gambar untuk memperjelas.



semoga scan Brosur tabel angsuran pinjaman KUR bank BNI 2018 bisa memberi informasi yang bermanfaat bagi anda, ohya tabel kur di atas saya ambil dari bank BNI di kutai barat kaltim, selisih angsuran di daerah lain mungkin saja terjadi. trimakasih.

Friday, January 26, 2018

Cara mendapatkan pembiayaan usaha Oke Oce

Program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship ( OK OCE) yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno belum memiliki fasilitas pembiayaan dari perbankan.


Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjalankan bisnis perbankan yakni Bank DKI juga belum menyediakan fasilitas pembiayaan pada program yang bertujuan untuk melatih dan menumbuhkan wirausaha baru di Jakarta. 

Dari salah satu Customer Service di Kantor Pusat Bank DKI Suryopranoto, mengatakan, saat ini Bank DKI hanya memiliki produk pinjaman mulai dari kredit multi guna, kredit mikro, maupun kredit korporasi. "Untuk kredit ada multiguna, KPR, dan mikro juga ada, dibagian mikronya," ujar salah satu Customer Service tersebut. Melalui website resmi Bank DKI, untuk kredit mikro terbagi menjadi dalam empat produk dan belum terdapat skema pembiayaan khusus program OK OCE.
Pertama, KUMK Monas yang merupakan fasilitas kredit untuk modal kerja, penambahan modal kerja maupun kredit investasi bagi para pedagang dibidang usaha mikro dengan plafond sampai Rp 50 juta dan usaha kecil dengan plafond sampai dengan Rp 500 juta.

Sedangkan dari sisi persyaratan pengajuan kredit mikro di Bank DKI, terbagi menjadi dua, yakni bagi usaha mikro dan usaha kecil.

Persyaratan Usaha Mikro
1. Foto Copy KTP calon debitur yang berada dalam jangkauan kantor operasi cabang atau cabang pembantu PT. Bank DKI, termasuk Foto Copy suami atau istri, Kartu Keluarga dan surat nikah.
2. Pas foto 4x6 sebanyak 1 lembar
3. Laporan Keuangan (Neraca dan Rugi Laba) Tujuan penggunaan dan pengembalian kredit.
4. Surat izin usata atau surat keterangan usaha
5. Foto Copy dokumen kepemilikan agunan (jika ada).

Persyaratan Usaha Kecil
1. Foto Copy KTP calon debitur yang berada dalam jangkauan kantor operasi cabang atau cabang pembantu PT. Bank DKI, termasuk Foto Copy suami atau istri, Kartu Keluarga dan surat nikah.
2. Pas foto 4x6 sebanyak 1 lembar
3. Laporan keuangan (Neraca dan Rugi Laba)Tujuan penggunaan dan pengembalian kredit
4. Legalitas usaha : surat izin usaha atau surat keterangan usaha dan NPWP bagi kredit diatas Rp 50 juta.
5. Foto Copy dokumen kepemilikan agunan (jika ada)
Sementara itu, berdasarkan infomasi dari Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank DKI atau prime lending rate terbagi menjadi empat SBDK berdasarkan segmen bisnis, pertama kredit korporasi dengan bunga kredit 10,00 persen per tahun, kedua, kredit retail dengan bunga kredit 10,50 persen per tahun.
Kemudian, kredit mikro dengan bunga kredit 15,00 persen per tahun, dan kredit konsumsi KPR dengan bunga 10,50 persen per tahun, dan non KPR 11,50 persen per tahun.

Sumber tulisan : http://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/10/141504126/pembiayaan-perbankan-untuk-program-ok-oce-belum-tersedia

Friday, May 5, 2017

pengertian kredit aktif dan kredit pasif dan contohnya

Salah satu produk perbankan ada yang namanya kredit sedang kredit dalam perbankan ada 2 bentuk lagi yakni kredit aktif dan kredit pasif untuk lebih jelas nya pengertian dan perbedaan kredit aktif dan pasif dan contohnya bisa simak pada paragaraf selanjutnya.


kredit pasif dan kredit aktif


 A. KREDIT AKTIF


Kredit aktif adalah kredit yang dalam pelaksanaannya bank memberikan kredit kepada masyarakat melakukan pembelian surat-surat berharga, dan kreidt  penggunaannya untuk usaha, misal kredit untuk pedagang, kredit untuk home industri dansebagainya
Contoh kredit akti adalah sebagai berikut :

a. Kredit Rekening Koran (R/K)

Bank memberikan pinjaman kepada langganan (nasabah) yang dapat diambil sebagian-sebagian sesuai dengan kebutuhan. Jaminan kredit rekening koran adalah surat-surat berharga, barang-barang yang ada dalam gudang peminjam, dan penyerahan barang-barang bergerak atau tidak bergerak.

b. Kredit Reimburs

Kredit reimburs (letter of credit) adalah pinjaman yang diberikan kepada langganan (nasabah) atas pembelian sejumlah barang, dan yang membayar adalah bank. misalnya, A di Jakarta membeli barang dan B di Medan. Atas permintaan A kepada bank, bank membayar lebih dahulu harga barang kepada B. Jika barang sudah tiba di tempat A kemudian dijual, maka hasil penjualan diserahkan kepada bank sesuai dengan jumlah pembayaran bank kepada B.

c. Kredit Aksep

Kredit aksep adalah pinjaman yang diberikan kepada anggaran (nasabah) dengan mengeluarkan wesel. Wesel ini dapat diperdagangkan.

d. Kredit Dokumenter

Kredit dokumenter adalah pinjaman yang diberikan kepada langganan (nasabah), setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah disetujui oleh kapten kapal yang mengangkut barang tersebut.

e. Kredit den gan Jaminan Surat-surat Berharga

Kredit dengan jaminan surat-surat berharga adalah pinjaman yang diberikan kepada langganan (nasabah) untuk membeli surat-surat berharga, dan sekaligus surat-surat berharga tersebut berlaku sebagai jaminan (untuk penjelasan selanjutnya lihat sub unit mengenai kredit).

B. KREDIT PASIF


kredit pasif adalah dana kredit diterima oleh bank dari masyarakat pemilik dana dll

Contoh dari kredit pasif sesuai dengan pengertiannya adalah sebagai berikut ini :

a. Giro

Giro adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya hanya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet giro (giro = giral).

b. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.

c. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti penyimpanannya dapat diperdagangkan.

d. Tabungan

Tabungan adalah simpanan yang penarikannya tidak terikat pada jangka waktu tertentu.

e. Deposit on Call

Deposit on call adalah simpanan tetap yang berada di bank selama deposan (pemilik deposito) tidak membutuhkannya. Jika akan mengambil simpanan, deposan Iebih dahulu harus memberitahukannya kepada bank.

f. Deposito Automatic Roll Over

Deposito automatic roll over adalah deposito yang sudah jatuh tempo tetapi belum ditarik oleh deposan dan bunganya Iangsung diperhitungkan secara otomatis.

beberapa Teori tentang uang menurut para ahli

sebelum membahas lebih lanjut apa itu uang tentu saja kita harus mengetahui pengertian sendiri dari apa itu uang, dalam wikipedia dijelaskan bahwa Uang adalah didefinisikan (ekonomi tradisional) sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Beberapa teori tentang uang

Uang sendiri muncul dalam peradaban manusia melalui banyak bentuk sesuai dengan budaya dan peradaban daerah masing-masing sejarah uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya.

Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.

Fungsi Asli Uang
• Alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
• Satuan hitung (unit of account) digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman, juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga).
• Alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
• Standar pembayaran di masa mendatang (standar of demand payment)
Syarat-syarat Uang
• Harus diterima secara umum (acceptability).
• Memiliki nilai tinggi atau dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa.
• Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability),
• Kualitasnya cenderung sama (uniformity),
• Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
• tidak mudah dipalsukan (scarcity).
• Harus mudah dibawa (portable) dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility),
• memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis Uang
• Uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari.
• Uang giral, adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan.
Menurut bahan pembuatannya
1. Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.
Uang logam memiliki tiga macam nilai:
a. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
b. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
c. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
  1. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Menurut Nilainya
1. Uang penuh (full bodied money) : apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
2. Uang tanda (token money) : adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00. pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.
Bentuk Uang
1. Uang fiat (fiat money atau token money) : komoditas yang diterima sebagai uang namun nilai nominalnhya jauh lebih besasr dari nilai komoditas itu sendiri (intrinsiknya).
2. Uang komoditas (commodity money): uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
3. Uang hampir likuid (near money) : uang yang dalam penggunaannya perlu ditukar lebih dahulu, karena ini bukan subtitusi sempurna dari uang kertas atau logam
Teori nilai uang
Tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi.
Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan:
_ apakah sebenarnya uang?
_ mengapa uang itu ada harganya?
_ mengapa uang itu sampai beredar?
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Teori uang statis
1. Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
2. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
3. Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
4. Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila Negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
Teori uang dinamis
1. Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah darisemula, dan juga sebaliknya.
2. Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
3. Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
4. Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Teori Persediaan Kas
oleh Alfred Marshal
• Tinggi rendahnya nilai uang bergantung pada jumlah uang yang ditahan masyarakat untuk persediaan kas.
M = k.P.Y
M = jumlah uang yang beredar
k = koefisien
P = tingkat harga umum
I = pendapatan
nilai uang dari penggunaannya
• Nilai internal uang:
Kemampuan suatu mata uang untuk ditukarkan dengan barang atau daya beli uang terhadap barang-barang.
Teori nilai internal
• Daya beli uang sangat ditentukan oleh harga barang tersebut, semakin tinggi harga komoditi (barang dan jasa), maka semakin sedikit kooditi yang bisa diperoleh
dengan sejumlah uang, yang berarti daya beli (Purcahsing Power) akan menurun. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah harga komoditi, maka semakin banyak jumlah komoditi yang bisa diperoleh, yang berarti daya beli uang tersebut meningkat.
dimana :
dimana :
N = Purchasing Power
P = Harga komoditi
Teori Kuantitas Uang oleh Irving Fisher:
Perubahan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan perubahan harga pada umumnya.
M.V = P.T
M = jumlah uang yang beredar
V = kecepatan peredaran uang
P = tingkat harga umum
T = volume perdagangan
Permintaan uang untuk tujuan transaksi tersebut akan meningkat dikarenakan dua hal berikut ini :
• Perbedaan waktu antara penerimaan dan pengeluaran yang semakin besar
• Ketidaksempurnaan di dalam pasar kredit, karena jika pasar kreditnya baik maka masyarakat tidak memerlukan uang kas untuk menjembatani kekurangan ‘gap’ antara penerimaan dan pengeluarannya
Persamaan ini dikembangkan oleh Alfred Marshall.
Kebutuhan uang untuk transaksi ini berkembang secara proporsiaonal dengan tingkat pendapatan nasional, seperti terlihat dalam model persamaan berikut :
Mt = k.Y
Dimana :
Mt = Kebutuhan uang untuk transaksi di suatu waktu
Y = Pendapatan nasional
K = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk
memegang bagian dari pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas
Kelemahan-kelamahan dari Teori Kuantitas ini adalah :
a.Dalam kenyataannya, perubahan jumlah uang yang beredar, tidak selalu langsung berakibat pada perubahan penggunaan uang tersebut
b. Teori ini telah mengabaikan pengaruh tingkat bunga terhadap perubahan permintaan uang. Teori ini mengangap bahwa permintaan leih disebabkan karena pendapatan, karena
motivasinya adalah untuk transaksi, jadi tidak ada hubungannya dengan tngkat bunga.
c. Dalam masyarakat modern, velocity uang tidaklah stabil, karena ada banyak alternatif yang bisa masyarakat pilih dari kelebihan uang yang dia miliki. Alternatifalternatif tersebut diantaranya adalah:
– Untuk menambah kas
– Untuk menambah tabungannya
– Untuk menambah pembelian barang dan jasa
– Untuk menambah pembelian surat-surat berharga
Disimpulkan bahwa :
a. Tambahan Jumlah Uang yang Beredar akan dibelanjakan seluruhnya tanpa terpikir untuk ditabung sebagian
b. Velocity dan Jumlah komoditi dianggap tetap dan perubahannya hanya dipengaruhi oleh faktor di luar moneter
c. Jumlah Uang yang Beredar tidak akan mempengaruhi sektor riil, sektor ini hanya dipengaruhui oleh teknologi dan sumber daya Manusia
d. Tingkat harga akan selalu berubah secara proporsional mengikuti perubahan Jumlah Uang yang beredar
Teori Kuantitas Modern
Teori ini dipopulerkan dan dikembangkan oleh Milton Friedman, dengan mengatakan bahwa permintaan uang itu sejalan dan identik dengan permintaan untuk komoditi tahan lama.
M = k.Y = (1/v) . Y
Dimana :
M = Jumlah Uang yang Beredar
k = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk memegang bagian
dari pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas
Y = Pendapatan nasional
V = Velocity
Perbedaannya adalah :
a. Pada persamaan klasik yang dimaksud Y adalah current income, sementara menurut Friedman Y adalah Permanent Income, yakni pendapatan rata-rata yang diharapkan masyarakat selama periode tertentu
b. Menurut teori klasik, yang dimaksud M adalah M1, sementara menurut Friedman adalah M2, dimana M2 = M1 + Time Deposit
c. Dalam teori klasik, nilai v aalah konstan, namun dalam persamaan Friedman nilai v berfluktuasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
– Inflasi
– Tingkat harga umum
– Penghasilan dari saham
– Penghasilan dari obligasi, dll
Kesimpulan dari Teori Kuentitas Friedman adalah :
1. JUB masih merupakan variabel kunci dalam penentuan kebijakan untuk mengendalikan tingkat harga dan pendapatan
2. Inflasi dan deflasi dapat diatasi apabila perubahan JUB per unit output dapat dijaga kenaikan atau penurunnya
3. Velocity JUB relatif masih stabil
4. Efektifitas kebijakan fiskal, dalam hal ini defisit APBN, masih dapat diatasi bila dibiayai dengan pinjaman masyarakat, dan bukan dari penambahan pencetakan uang.
Teori Persediaan Kas : Alfred Marshal
• Tinggi rendahnya nilai uang bergantung pada jumlah uang yang ditahan masyarakat untuk persediaan kas.
M = k.P.Y
M = jumlah uang yang beredar
k = koefisien
P = tingkat harga umum
I = pendapatan
Teori nilai uang dari penggunaannya
• Nilai eksternal uang:
Kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang asing atau daya beli mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing (kurs).
Teori nilai barang
• Teori Logam oleh Adam Smith:
Masyarakat menerima benda sebagai uang karena bahannya terbuat dari logam dan bernilai tinggi, seperti emas.
• Teori Nilai Batas oleh Carl Menger:
Masyarakat menerima benda sebagai uang karena masyarakat memerlukan barang tersebut dan mereka mempercayai barang tersebut sebagai uang.
Teori nilai nominalisme
• Teori Perjanjian oleh Thomas Aquino:
Uang diterima sebagai alat tukar oleh masyarakat karena telah ada perjanjian antar masyarakat untuk memakai benda tertentu sebagai alat pertukaran.
• Teori Kenegaraan:
Uang yang diterima masyarakat sebagai alat tukar karena ada ketetapan dari pemerintah yang harus ditaati seluruh warga negara.
• Teori Klaim oleh J.S. Mill:
Uang diterima sebagai alat tukar oleh masyarakat karena ada tuntutan dari masyarakat terhdap barang-barang yang dihasilkan masyarakat.
• Teori Kebiasaan:
Uang diterima sebagai alat tukar oleh masyarakat karena kebiasaan mereka menggunakan benda-benda tertentu dalam pertukaran.
• Teori Realisme oleh David Homme:
Masyarakat menerima uang karena masyarakat memberikan penilaian bahwa uang tersebut dapat mempermudah pertukaran.
Teori Kuantitas Sederhana
• Termasuk teori klasik yang dikembangkan oleh David
Hume pada tahun 1752. Inti dari teori ini adalah bahwa Perubahan harga komoditi akan berbanding lurus secara proporsional dengan perubahan Jumlah Uang yang Beredar (JUB). Jika JUB naik 2x maka harga komoditi akan naik 2x juga. Formulanya :
P = f(JUB)
dimana :
P = Harga komoditi
JUB = Jumlah Uang yang Beredar
Asumsi yang mendasari teori ini adalah :
a. Uang hanya digunakan oleh masyarakat hanya untuk tujuan transaksi dan berjagajaga saja
b. Velocity uang dianggap tetap
c. Jumlah produksi komoditi (barang dan jasa) dianggap tetap, sesuai asumsi perekonomian berada pada kondisi full employment. JB. Say, yang mengatakan bahwa penawaran selalu akan menciptakan permintaan, sehingga perekonomian tidak akan pernah mengalami under emplyoment.
Adam Smith dengan invisible hand-nya. Apabila seseorang ingin bekerja tapi belum memperolehnya, maka ia akan menurunkan ‘tarif’-nya sampai ada pengusaha yang mau mempekerjakannya. Begitu pula bila ada pengusaha yang tidak dapat menjual seluruh hasil produksinya, maka ia akan menurunkan harganya sampai habis sisa produknya.
Teori Permintaan Uang
Keynes
Motivasi untuk Transaksi dan Berjaga-jaga
a. Karena trnasaksi pengeluaran seringkali terjadi lebih dahulu dari penerimaan/pendapatannya
b. Pengeluaran seringkali tidak dapat diperkirakan sebelumnya
c. Penerimaan yang diharapkan tidak jadi diterima
d. Pengeluaran yang terjadi sangat penting dan menguntungkan untuk dilakukan lebih dahul

 demikianlah beberapa Teori tentang uang menurut para ahli semoga bermanfaat.

sumber tulisan :

-  Eeng Ahman - Membina Kompetensi Ekonomi - PT Grafindo Media Pratama - 2007
- https://id.wikipedia.org/wiki/Uang
- https://t1489.wordpress.com/2010/06/01/pengertian-uang-teori-uang/